Hamstring itu bukan nama suatu cedera atau penyakit, melainkan bahasa
medis yang diartikan suatu kelompok otot pada paha belakang. Disebut
kelompok karena memang hamstring ini terdiri dari tiga otot, yaitu otot semitendinosus, otot semimembranosus, dan otot bicep femoris.
Hamstring mempunyai fungsi. Hamstring utamanya bekerja dengan tipe excentric yaitu ototnya memanjang dan tonus (ketegangan) meningkat. Fungsi utama tersebut bertujuan sebagai penyeimbang dari kerja otot quadrisep (grup otot paha depan) yang dominan bekerja secara concentric
(ototnya memendek dan tonus meningkat). Maka dari itu latihan
pencegahan cedera hamstring lebih difokuskan pada pola latihan
excentric.
Sesorang yang pernah mengalami cedera hamstring
mempunyai peluang 25% - 40% terkena cedera ulang. Ini seperti yang
terjadi pada Arjen Robben yang sering sekali bermasalah dengan
hamstringnya.
Di sepak bola ada beberapa posisi yang mempunyai peluang besar untuk terkena cedera hamstring. Seperti posisi winger, bek sayap, dan gelandang serang. Alasan posisi-posisi ini rentan terkena hamstring karne winger dan bek sayap lebh banyak melakukan sprint dibanding posisi lain, sedangkan gelandang serang melakukan banyak gerakan eksposif untuk menusuk ke area pertahanan lawan.
Cedera ini menempati
peringkat pertama jenis cedera yang terjadi di Liga Primer lebih banyak
dibandingkan dengan cedera lutut atau pergelangan kaki.
Cedera hamstring sendiri lebih banyak diakibatkan
karena kurangnya pemanasan atau kelelahan otot, namum tetap dipaksakan
untuk bekerja (belari/sprint). Maka dari itu seseorang non-atlet yang
bermain sepakbola tanpa melakukan pemansan yang baik juga berpeluang
mengalami cedera pada hamstringnya.
Latihan atau pemanasan yang
baik dapat mengurangi resiko cedera hamstring agar tujuan kita
berolahraga tercapai, baik olahraga dengan tujuan prestasi maupun
olahraga dengan tujuan rekreasi. Latihan-latihan khusus perlu dilakukan
bagi mereka yang sering berolahraga yang membutuhkan gerakan lari,
sprint, lompat, dan gerakan kejut (explosive).