Pengertian Kebugaran Jasmani - Kebugaran jasmani ialah kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan sehari-hari dengan ringan tanpa merasakan kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain. Ada tiga hal penting dalam kebugaran jasmani, yaitu: Fisik berkenaan dengan otot, tulang dan lemak. Fungsi organ berkenaan dengan efisien sistem jantung, pembuluh darah dan pernapasan (paru-paru). Respons otot (kelenturan, kekuatan, kecepatan dan ketahanan). Tujuan utama dari latihan kebugaran jasmani yaitu untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kebugaran jasmani. Unsur-unsur kebugaran jasmani yang berhubungan dengan konsep kebugaran...
Postingan Populer
Nutrisi Untuk Menjaga Otot Pada Saat Tidur
Nutrisi Untuk Menjaga Otot Pada Saat Tidur. Membentuk otot tak hanya didapatkan selama latihan saat matahari terbit, pada malam hari otot juga perlu nutrisi untuk menjaga dan membantu pertumbuhan otot Jika membentuk masa otot adalah penting bagi Anda, mungkin Anda sudah tahu bahwa mengonsumsi jumlah asupan protein yang cukup adalah kuncinya. Selain itu, mendapatkan cukup tidur (7-9 jam) setiap malam juga suatu keharusan untuk mendapatkan masa otot yang baik, karena ketika tidur Growth Hormone (GH) atau hormon pertumbuhan otot Anda mencapai titik puncaknya. Namun jika sebelum Anda tidur tidak mencukupi asupan nutrisi yang tepat bagi otot, tubuh Anda akan kelaparan serta akan mencuri asam amino dari protein otot Anda, untuk diubah menjadi glukosa yang berperan sebagai bahan bakar otak, dan hal tersebut benar-benar akan menghambat pertumbuhan dan merusak serat otot Anda. Untuk mencegah hal tersebut, banyak para binaragawan memilih bangun ditengah mala...
Diet golongan darah
Diet golongan darah. Munkin metode diet ini sudah akrab dielinga kita semua, bahkan mungkin banyak banyak diantara Anda yang sudah pernah atau bahkan menjalaninya. Beberapa orang menganggap diet ini efektif untuk menurunkan berat badan mereka, namun ada pula yang menyatakan sebaliknya. nah itu melalui Fakta sesungguhnya dari diet golongan darah. Renang Bagi Kesehatan & Fisik Tubuh Manfaat Berendam Air Dingin Penyebab Darah Kental dalam Tubuh Awalnya Peter J. D'Adamo, ND, Penulis buku yang berjudul " eat right fir you type: the Individualized Diet Solution to staying healthy, Living Longer & Achieving Your Ideal Weight", meyakini bahwa golongan darah berperngaruh pada system pencernaan dan bahwa makanan tertentu baik untuk dikosumsi oleh orang dengan golongan golongan darah tertenu tapi bisa jadi makanan tesebut justru berbahaya bagi golongan darah lainnya. D' Adamo menjelaskan bahwa diet yang tepat sesuai golongan darah Anda...
Latihan Menggunakan Circuit Training
Sudah tentu seorang pemain sepakbola haruslah mempunyai kondisi fisik yang bagus. Oleh karenanya pemain sepakbola harus rajin dan rutin berlatih. Agar kemampuan nya selalu dalam keadaan prima. Kondisi fisik atau kesegaran jasmani pemain dipengaruhi oleh beberapa komponen kondisi fisik meliputi : kekuatan, daya tahan, daya otot, kecepatan, daya lentur, kelincahan, koordinasi, keseimbangan serta ketepatan. Salah satu komponen Circuit training adalah kebugaran jasmani. Oleh karena itu seorang pemain sepakbola pasti sudah pernah melakukan latihan circuit ini. Namun bagi anda yang belum mengenal tentang circuit training tenang saja. Sejarah Circuit Training atau Latihan Sirkuit Circuit training dikembangkan oleh R.E Morgan dan G.T Anderson pada tahun 1953 di University of Leeds di Inggris. Disebut circuit training dikarenakan terdri dari beberapa pos yang disusun dalam suatu putaran. Untuk lebih jelasnya mengenai sejar...
Hidroterapi,Cara Kerja & Metode Terapi Air
Hidroterapi (hydrotherapy), yang sebelumnya dikenal sebagai hidropati (hydropathy), adalah metode pengobatan menggunakan air untuk mengobati penyakit atau meringankan kondisi yang menyakitkan. Hidroterapi terkait dengan terapi hidrotermal, dimana suhu air yang diubah-ubah digunakan untuk menyembuhkan. Menggunakan air sebagai terapi bukanlah konsep baru. Metode ini telah digunakan berabad-abad lalu dalam berbagai kebudayaan seperti Cina, Jepang, Mesir, Yunani, dan Romawi. Misalnya, orang-orang Yunani menjadikan mandi sebagai terapi. Begitu pula bangsawan Mesir yang menambahkan bunga dan minyak esensial ke dalam air mandi mereka. Hippocrates, yang dijuluki sebagai bapak kedokteran, menyarankan mandi di mata air untuk meringankan berbagai penyakit. Pada abad ke-19, Pastor Sebastian Kneipp, seorang biarawan dari Bavaria, merupakan orang yang berjasa menghidupkan kembali terapi air. Saat ini, terdapat berbagai metode yang digunakan dalam hidroterapi seperti ...
Pola Makan penyebab Penyakit Kronik
Kesehatan kita sangat bergantung pada apa yang kita makan sehari-hari. Penelitian membuktikan, hampir separuh dari semua kematian akibat serangan jantung, stroke, dan Diabetes, disebabkan karena pola makan yang buruk. Pada tahun 202, sekitar 45 persen kematian karena "penyakit kardiometabolik", termasuk penyakit jantung, stroke, dan Diabetes, sangat dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi masyarakat. Kesimpulan itu dihasilkan dari model yang dikembangkan para peneliti dan juga data dari beberapa hasil survei yang dilakukan pemerintah AS, serta hasil penelitian terkait pola makan. Pola makan yang tidak sehat akan membuat kita kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, kelebihan garam, gula, dan juga lemak. Kelebihan konsumsi garam diketahui menjadi penyumbang terbesar pada terjadinya penyakit kronik, diikuti dengan kekurangan konsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian, terlalu banyak mengasup daging yang diproses, kurang makan sayur dan buah, serta kelebihan konsums...
Sistem Energi Gerak pada Manusia
Setiap bentuk aktivitas yang memerlukan energi (tenaga) disebut sebagai kerja. Kerja yang dilakukan manusia dapat bersifat karya dan kerja yang bersifat olahraga. Energi merupakan prasyarat penting untuk suatu unjuk kerja fisik selama beraktivitas termasuk berlatih dan bertanding dan kedua jenis kerja tersebut memerlukan energi yang sama, yakni energi yang telah tersedia di dalam tubuh manusia. Pada dasarnya ada dua jenis sistem energi yang diperlukan dalam setiap aktivitas gerak manusia, yang secara garis besarnya dikelompokan menjadi 2 macam sistem energi yaitu : (1) sistem energi anaerobik. (2) sistem energi aerobik Kedua sistem energi tersebut tidak dapat dipisahkan secara mutlak selama aktivitas kerja otot berlangsung. Sistem energi merupakan serangkaian proses pemenuhan tenaga yang secara terus menerus dan silih berganti. Adapun letak perbedaan di antara kedua sistem energi tersebut adalah pada ada dan tidaknya bantuan oksigen (O2) ...
HAT, metode latihan fisik di ketinggian
Olahraga tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan fisik untuk tetap sehat. Lebih dari itu, telah berabad-abad lamanya olahraga menjadi ajang pertandingan di seluruh dunia. Ada satu rahasia yang mungkin jarang terungkap. Bagaimana beberapa negara dominan di salah satu cabang olahraga tertentu. Nah, salah satu rahasia itu adalah metode HAT atau High Altitude Training. High Altitude training atau Altitude Training adalah praktik latihan yang dilakukan oleh atlet di atas ketinggian tertentu, biasanya diatas 2.400 meter atau 8.000 kaki di atas permukaan laut. Latihan seperti ini memberikan efek doping yang legal, dikarenakan akan meningkatkan massa sel darah merah dan hemoglobin, dan juga mengubah metabolisme otot. metode ini bisa membuat atlet tertentu menjadi sangat dominan di cabang olahraga tertentu? Awal mula ditemukannya metode HAT adalah peristiwa yang terjadi pada Olimpiade 1968 yang berlangsung di Mexico City, Meksiko. Ketinggian Mexico City adalah ...
Manfaat Berenang Bagi Kesehatan & Fisik Tubuh
Manfaat berenang bagi kesehatan sangat penting, tidak hanya itu, ia juga memiliki khasiat super bagi tubuh. merupakan jenis olah raga air yang banyak dilakukan orang-orang sebagai kegiatan hobi yang menyenangkan, salah satu efek manfaatnya adalah badan yang telihat tinggi. Berenang memang menjadi aktivitas menyenangkan dan sekarang ini menjadi sarana rekreasi untuk keluarga. Berenang sebagai sarana rekreasi ini memang diadakan di tempat-tempat yang cukup luas yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas permainan. Hal tersebut merupakan cara yang tepat untuk memperkenalkan olahraga renang pada anak-anak lewat permainan. Manfaat berenang sebagai olahraga akan membuat tubuh terasa bugar. Berapan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi juga harus dibarengi dengan olahraga untuk meyeimbangkannya, salah satunya dengan berenang yang baik untuk tubuh. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Melatih Pernafasan Salah satu olahraga yang dapa...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Latihan dapat efektif jika
di dalamnya mengandung komponen-komponen latihan yang diperlukan secara
memadai.
Komponen-komponen latihan meliputi, volume, intensitas dan
densitas. Bompa, T.O. (1990:77) menyatakan bahwa, efisiensi dari suatu kegiatan
(latihan) merupakan akibat dari waktu yang dipakai, jarak yang ditempuh dan
jumlah pengulangan (volume); load (beban), dan velocity (kecepatan)
(intensitas); serta frekuensi penampilannya (density).
1)
Volume Latihan
Volume latihan merupakan jumlah
kerja yang dilakukan selama satu kali latihan atau selama fase latihan (Bompa,
T.O. 1990:77). Sebagai komponen latihan, volume merupakan prasyarat yang sangat
penting untuk mendapatkan teknik yang tinggi, taktik dan khususnya pada
pencapaian fisik.
Bompa, T.O. (1990:77) menjelaskan
bahwa, volume latihan melibatkan beberapa bagian secara integral sebagai
berikut:
(1) Waktu atau jangka waktu yang dipakai dalam latihan,
(2) Jarak atau jumlah tegangan yang dapat dilakukan/diangkat per satuan waktu,
(3) Jumlah pengulangan bentuk atau elemen teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu.
(1) Waktu atau jangka waktu yang dipakai dalam latihan,
(2) Jarak atau jumlah tegangan yang dapat dilakukan/diangkat per satuan waktu,
(3) Jumlah pengulangan bentuk atau elemen teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu.
Volume latihan adalah jumlah kerja secara keseluruh- an yang dinyatakan dengan satuan jarak, waktu, berat dan jumlah pengulangan bentuk latihan yang dilakukan selama satu kali latihan atau selama fase latihan. Volume beban latihan untuk program latihan lari cepat.
Menurut Bompa, (1990:317-318) adalah sebagai berikut :
(a) Intensitas rangsangan antara submaksimal dan super maksimal.
(b) Durasi (waktu) rangsangannya antara 5-20 detik.
(c) Volume totalnya antara 5-15 kali jarak kompetisi.
(d) Frekuensi rangsangannya adalah dengan diulang 5-6 kali per latihan, 2-4 kali per minggu selama fase kompetitif.
Adapun menurut Nosseck, J. (1984), secara garis besar penentuan beban latihan kecepatan adalah sebagai berikut :
(a) Intensitas kerjanya adalah sub- maksimal dan maksimal.
(b) Jarak yang ditempuh antara 30-80 meter.
(c) Volume berjumlah 10-16 peng- ulangan dalam 3-4 seri.
Dari 2 pendapat ahli tersebut dapat dikemukakan bahwa untuk latihan kecepatan, yaitu dengan menempuh jarak 30-80 meter, 10-16 kali repetisi dalam 3-4 set.
2)
Intensitas Latihan
Intensitas latihan merupakan beratnya latihan dan merupakan faktor utama yang
mempengaruhi efek latihan terhadap faal tubuh. Bompa, T.O. (1990:79) menyatakan
bahwa, intensitas adalah fungsi dari kekuatan rangsangan syaraf yang dilakukan
dalam latihan dan kekuatan rangsangan syaraf tergantung dari beban (load),
kecepatan gerakannya, variasi interval atau istirahat di antara tiap
ulangannya. Load (beban) dan kecepatan (velocity) dalam melakukan gerakan
merupakan komponen penting intensitas latihan.
Latihan lari cepat dapat disebut pula program latihan anaerobik. Program latihan anaerobik dilakukan dengan waktu kerja singkat, diulang- ulang dalam intensitas tinggi. Hal ini sesuai dengan pendapat Soekarman (1987:58) yaitu bahwa, prinsip latihan lari cepat adalah dengan memberikan beban maksimal yang dikerjakan untuk waktu yang pendek dan diulang-ulang beberapa kali.
Jadi latihan untuk lari cepat adalah dengan intensitas tinggi. Pelaksanaan latihan kecepatan, pada tiap ulangannya dilakukan dengan kecepatan maksimal.
Latihan lari cepat dapat disebut pula program latihan anaerobik. Program latihan anaerobik dilakukan dengan waktu kerja singkat, diulang- ulang dalam intensitas tinggi. Hal ini sesuai dengan pendapat Soekarman (1987:58) yaitu bahwa, prinsip latihan lari cepat adalah dengan memberikan beban maksimal yang dikerjakan untuk waktu yang pendek dan diulang-ulang beberapa kali.
Jadi latihan untuk lari cepat adalah dengan intensitas tinggi. Pelaksanaan latihan kecepatan, pada tiap ulangannya dilakukan dengan kecepatan maksimal.
3)
Densitas Latihan
Densitas merupakan ukuran yang
menunjukkan kepadatan suatu rangsang. Bompa, T.O. (1990:91) menyatakan bahwa
densitas merupakan suatu frekuensi dimana atlet dihadapkan pada sejumlah
rangsang per satuan waktu. Densitas berkaitan erat dengan frekuensi dan waktu
latihan. Rasio antara frekuensi latihan dan interval istirahat menunjukkan
densitas dari latihan.
Densitas latihan tinggi jika rasionya menunjukkan frekuensi banyak sedangkan waktu (durasi) latihannya pendek.
Densitas yang mencukupi dapat menjamin efisiensi latihan, menghindarkan atlet dari jangkauan keadaan kelelahan yang kritis atau bahkan sangat melelahkan. Suatu densitas latihan yang seimbang akan mengarah kepada pencapaian rasio optimal antara rangsangan latihan dan pemulihan.
Dalam pelaksanaan latihan dianjurkan istirahat antara dua session latihan sedikitnya 48 jam dan sebaiknya tidak lebih dari 96 jam. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Harsono (1988:194) yang menyatakan bahwa, Istirahat antara dua session latihan sedikitnya 48 jam, dan sebaiknya tidak lebih dari 96 jam.
Dengan demikian sebaiknya latihan dilakukan 3 kali seminggu dan diselingi dengan satu hari istirahat untuk memberikan kesempatan bagi otot untuk berkembang dan mengadaptasikan diri pada hari istirahat.
Densitas latihan tinggi jika rasionya menunjukkan frekuensi banyak sedangkan waktu (durasi) latihannya pendek.
Densitas yang mencukupi dapat menjamin efisiensi latihan, menghindarkan atlet dari jangkauan keadaan kelelahan yang kritis atau bahkan sangat melelahkan. Suatu densitas latihan yang seimbang akan mengarah kepada pencapaian rasio optimal antara rangsangan latihan dan pemulihan.
Dalam pelaksanaan latihan dianjurkan istirahat antara dua session latihan sedikitnya 48 jam dan sebaiknya tidak lebih dari 96 jam. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Harsono (1988:194) yang menyatakan bahwa, Istirahat antara dua session latihan sedikitnya 48 jam, dan sebaiknya tidak lebih dari 96 jam.
Dengan demikian sebaiknya latihan dilakukan 3 kali seminggu dan diselingi dengan satu hari istirahat untuk memberikan kesempatan bagi otot untuk berkembang dan mengadaptasikan diri pada hari istirahat.
![]() | |
| KLIK Hubungi Admin |
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya


